G-Rent

Bosan ke Tempat yang Itu-Itu Aja? Coba 9 Wisata Jogja Ini di 2026

Jogja selalu punya cara baru untuk membuat wisatawan kembali.

Dulu, orang datang ke Jogja untuk Malioboro, Keraton, Parangtritis, Kaliurang, dan Prambanan. Sekarang pilihan wisatanya semakin luas. Muncul banyak destinasi dengan konsep yang lebih kekinian, lebih fotogenik, dan menawarkan pengalaman yang berbeda.

Kalau kamu sedang menyusun itinerary Jogja 2026, jangan cuma memasukkan tempat yang sudah terkenal. Coba kombinasikan destinasi ikonik dengan destinasi alternatif yang punya karakter berbeda.

Berikut konsep branding wisata Jogja yang bisa menjadi inspirasi.


1. WISATA GUNUNG

Stonehenge Jogja vs Tumpeng Menoreh

7

Stonehenge Jogja

Vibes: Gunung + foto + nuansa luar negeri

Kalau ingin mendapatkan suasana wisata yang unik tanpa harus pergi ke luar negeri, Stonehenge Jogja bisa menjadi pilihan.

Terletak di kawasan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, destinasi ini menghadirkan replika susunan batu Stonehenge dengan latar kawasan Gunung Merapi. Pada 2026, Stonehenge masih menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk fotografi dan wisata kawasan Merapi.

Yang menarik dari tempat ini adalah perpaduan antara batu-batu besar, rerumputan hijau, udara pegunungan, dan panorama Merapi.

Cocok untuk:

Stonehenge juga berada di kawasan yang berdekatan dengan sejumlah destinasi Merapi lainnya, sehingga mudah digabungkan dalam satu perjalanan.

Tumpeng Menoreh

Vibes: Pegunungan + sunrise + sunset + kuliner

Kalau Stonehenge memberikan nuansa “Jogja rasa luar negeri”, Tumpeng Menoreh menawarkan pengalaman yang berbeda: menikmati bentang alam dari atas Perbukitan Menoreh.

Berada di Samigaluh, Kulon Progo, Tumpeng Menoreh menawarkan panorama perbukitan hijau, udara sejuk, serta pemandangan sunrise dan sunset. RRI mencatat destinasi ini menjadi salah satu tujuan wisata alam yang banyak diminati wisatawan pada 2026.

Bangunan berbentuk tumpeng menjadi ikon utama destinasi ini.

Kalau datang pagi, suasana berkabut dan panorama perbukitan menjadi daya tarik tersendiri.

Kalau datang sore, kamu bisa menikmati perubahan warna langit menjelang sunset.

Kalau ingin foto yang lebih “nature aesthetic”, Tumpeng Menoreh bisa masuk itinerary.


2. WISATA SUNGAI

Sungai Mudal vs Ledok Sambi

6

Kalau kamu bosan dengan wisata yang isinya cuma foto dan jalan-jalan, wisata sungai bisa menjadi pilihan.

Konsepnya lebih dekat dengan alam: air, pepohonan, rumput, udara sejuk, dan aktivitas outdoor.

Sungai Mudal

Vibes: hidden nature + air jernih + adventure

Ekowisata Sungai Mudal berada di Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo.

Daya tarik utamanya adalah aliran air yang jernih, kolam pemandian alami, air terjun, serta kawasan hijau Pegunungan Menoreh. Pengelola juga menyediakan aktivitas seperti outbound, camping, trekking, rappelling, hingga area bermain anak.

Ini cocok untuk kamu yang ingin:

Sungai Mudal terasa lebih cocok untuk wisatawan yang ingin benar-benar merasakan alam, bukan hanya melihatnya.


Ledok Sambi

Vibes: piknik + sungai + camping + family

Kalau ingin suasana yang lebih santai, Ledok Sambi bisa menjadi pilihan.

Destinasi ini berada di kawasan Kaliurang, Sleman, dan menawarkan suasana pedesaan dengan aliran sungai, rerumputan hijau, serta area terbuka.

Konsep wisata Ledok Sambi sangat cocok untuk piknik, bermain air, camping, ngobrol bersama teman, maupun liburan keluarga.

Bahkan aktivitas sederhana seperti duduk di tepi sungai, makan bersama, atau menikmati udara sejuk justru menjadi bagian dari pengalaman wisatanya.

Kalau Sungai Mudal lebih terasa adventure, Ledok Sambi lebih terasa “slow living”.


3. WISATA PANTAI

Parangtritis vs On The Rock vs Pantai Sepanjang

5

Nah, bagian pantai ini menarik banget.

Karena kalau bicara pantai di Jogja, nama yang hampir selalu muncul adalah Pantai Parangtritis.

Tetapi 2026 punya beberapa alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda.


Pantai Parangtritis

Vibes: Ikonik + sunset + budaya

Parangtritis tetap menjadi salah satu ikon wisata pesisir Yogyakarta.

Pantai ini berada di Bantul, sekitar 27–30 km dari pusat Kota Yogyakarta, dan terkenal dengan hamparan pasir gelap, ombak besar, sunset, serta kaitannya dengan tradisi dan budaya Jawa.

Selain menikmati pantai, wisatawan juga dapat menemukan berbagai aktivitas seperti naik dokar, berkuda, bermain layang-layang, hingga ATV pada area yang diperbolehkan.

Jadi kalau pertama kali ke Jogja, Parangtritis masih sangat layak masuk itinerary.


On The Rock

Vibes: Modern + cliff view + sunset + nongkrong

Kalau ingin sesuatu yang lebih kekinian, coba arahkan perjalanan ke On The Rock di kawasan Gunungkidul.

Konsepnya berbeda dari pantai konvensional.

On The Rock berada di kawasan karst dekat Pantai Drini dan memadukan tebing, panorama Samudra Hindia, area duduk, serta konsep restoran/bistro.

Pemandangan laut dari ketinggian menjadi salah satu daya tarik utamanya, terutama menjelang golden hour.

Jadi tempat ini cocok buat:

Kalau Parangtritis adalah pengalaman “main ke pantai”, On The Rock lebih terasa seperti “nongkrong di atas laut.”


Pantai Sepanjang

Vibes: Pantai luas + wajah baru + sunset

Ini salah satu yang menarik untuk dimasukkan ke branding wisata Jogja 2026.

Pantai Sepanjang di Gunungkidul mendapatkan penataan kawasan baru sejak akhir 2025 hingga 2026.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan wajah baru kawasan tersebut dengan pembangunan jalan dan penataan 109 kios pedagang.

Kemudian pada Maret 2026, penerangan jalan di kawasan pantai juga telah selesai dan mulai membuat area pantai lebih nyaman dinikmati hingga sore dan malam.

Pantai ini mempunyai hamparan pasir putih yang luas dan menjadi salah satu spot yang menarik untuk menikmati sunset.

Yang membuatnya semakin menarik adalah konsep penataan baru.

Kawasan pinggir pantai dibuat lebih terbuka dan kios pedagang dipindahkan ke area yang sudah ditentukan. Pemkab Gunungkidul bahkan menyebut konsep penataan ini diarahkan agar kawasan pantai memiliki pengalaman wisata yang lebih tertata.

Jadi kalau ingin melihat “wajah baru wisata pantai Jogja 2026”, Pantai Sepanjang layak dimasukkan dalam daftar.


JADI, MANA YANG COCOK?

TemaDestinasiVibes
GunungStonehengeFoto + Merapi + nuansa luar negeri
GunungTumpeng MenorehSunrise + sunset + panorama
SungaiSungai MudalAdventure + air jernih
SungaiLedok SambiPiknik + camping + healing
PantaiParangtritisIkonik + sunset + budaya
PantaiOn The RockModern + cliff + nongkrong
PantaiPantai SepanjangWajah baru + sunset + pasir putih

IDE ITINERARY BERDASARKAN VIBES

Untuk anak muda

Pagi: Tumpeng Menoreh
Siang: Sungai Mudal
Sore: On The Rock
Malam: Kuliner Jogja

Cocok buat yang ingin mendapatkan banyak konten dalam satu perjalanan.

Untuk couple

Pagi: Tumpeng Menoreh
Siang: Ledok Sambi
Sore: On The Rock
Sunset: Pantai Sepanjang

Konsepnya lebih santai dan banyak spot untuk menikmati suasana.

Untuk family

Pagi: Stonehenge
Siang: Ledok Sambi
Sore: Pantai Parangtritis

Rutenya lebih mudah dikombinasikan dengan aktivitas keluarga.

Untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Jogja

Stonehenge → Parangtritis → Malioboro

Tetap mendapatkan destinasi ikonik, tetapi tidak hanya mengunjungi tempat yang sama seperti itinerary Jogja pada umumnya.


PENUTUP

Jogja sekarang bukan cuma tentang Malioboro, Keraton, Prambanan, dan Parangtritis.

Ada Jogja dengan suasana pegunungan di Stonehenge dan Tumpeng Menoreh, Jogja yang lebih dekat dengan alam di Sungai Mudal dan Ledok Sambi, sampai wajah baru wisata pesisir seperti On The Rock dan Pantai Sepanjang.

Justru kombinasi antara tempat yang sudah ikonik dan destinasi yang sedang berkembang inilah yang membuat perjalanan ke Jogja terasa lebih fresh.

Karena Jogja selalu punya tempat baru untuk dikunjungi, bahkan ketika kamu merasa sudah pernah ke mana-mana.

Explore Jogja More Memories bersama G-Rent Tour & Travel.

Untuk perjalanan lebih fleksibel, G-Rent menyediakan rental motor, rental mobil, Jeep Tour, Lava Tour, VW Tour Borobudur, hingga private trip Jogja.

Exit mobile version